Level Tiga Fildtrip ke Kampoeng Kelinci, Mengenal Keajaiban Makhluk Sekitar
bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU – Kampoeng Rabbit's Kulim menjadi tujuan fildtrip dari kegiatan Leadership Activity SDIT dan Leadership Bintang Cendekia pekan ini, Jumat pagi (20/7). Kegiatan ini diikuti seluruh siswa dan guru kelas dari level 3, serta beberapa guru pendamping.
Kampung Rabbits sengaja dipilih tim guru level 3, ini sesuai dengan tema yang mereka angkat dalam pembelajaran term 1 ini, "The Miracle of Living Thing".
"Tema ini kita sesuaikan dengan pelajaran IPA, dan ingin memperkenalkan keajaiban makhluk hidup kepada siswa-siswa kita. Kelinci juga merupakan makhluk hidup yang sangat disenangi dan sangat dekat dengan anak-anak," tutur Eka Jayanti, S.Pd, salah satu wali kelas.
Dengan tema tersebut siswa juga diharapkan dapat mengenal dan memahami macam-macam hewan dan tumbuhan, serta morfologi dari hewan dan tumbuhan, juga tempat hidupnya. Dengan itu siswa dapat menyayangi, merawat hewan dan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kampoeng Rabbit's yang terletak di Jalan Kenanga, Tenayan Raya, Pekanbaru itu memiliki 250-an ekor Kelinci. Kelinci-kelinci tersebut terdapat dari berbagai jenis, seperti kelinci Angora, Lop, Flemish Giant, Rex, Dutch, Lion, dan New Zeland.
Siswa-siswa level 3 yang turut serta, tampak sangat antusias saat melihat kelinci-kelinci yang ada di sana. Mereka kelihatan sangat ingin menggendong kelinci-kelinci tersebut dan mereka mengejar-ngejar dan menangkapnya. Mereka juga minta kelincinya dibawa pulang.
Rafi, salah satu siswa dari level tiga mengatakan fildtrip ke Kampoeng Rabbit's sangat seru. "Kelincinya lucu-lucu, jadinya ingin memelihara Kelinci," sebutnya.
Menurut Dina, pemilik Taman Wisata Kampoeng Rabbit's ini ada yang lahir di tempat itu dan juga didatangkan dari pulau Jawa. "Salah satu yang paling besar berukuran 5Kg jenis Giant yang baru datang dari Bandung dua hari yang lalu," ujarnya.
Dina menjelaskan, Kelinci bisa setres jika dalam menyentuh dan memegangnya tidak tepat. "Kalau salah cara memegang dan menggendong Kelinci, kelincinya bisa marah dan mencakar atau menggigit," paparnya di depan siswa-siswi SDIT dan Leadership Bintang Cendekia.
Dikatankannya, cara yang salah memegang Kelinci yang biasa orang lakukan adalah dengan memegang telinga dan menjinjingnya. "Telinga kelinci sangat sensitif, karena terdapat banyak syaraf," seru Dina kepada anak-anak.
Dina pun memenunjukkan cara menggendong kelinci yang benar kepada mereka.
Selain itu, Dina juga mengatakan tidak boleh memberikan sembarang Wortel kepada Kelinci, karena bisa saja nantinya sakit perut dan mencret.
Setelah itu anak-anak pun diajak berkeliling, yang sebelumnya dibekali daun pisang yang sudah diurai di dalam kantong plastik, untuk makanan Kelinci. Dengan itu mereka dibolehkan menggendong dang memberi makan Kelinci.
Kampoeng Rabbit's juga menyediakan aneka kuliner olahan daging kelinci, seperti Abon, Mie, Sate dan Soto yang bisa dinikmati pengunjung. (Tim Media BC)
