Dua Peran Penting Ayah Sebagai Qowwam dalam Keluarga
bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU — Sekolah Islam Bintang Cendekia Pekanbaru menggelar kegiatan parenting khusus ayah dengan tema, Ayah sebagai Qowwam, Teladan dalam Iman dan Adab, pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Ali Rakhman, Ph.D., alumni Program Islamic Worldview Series Malaysia, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, Ustaz Ali Rakhman menekankan bahwa peran qowwam pada diri seorang ayah tidak hanya terkait kepemimpinan, tetapi juga ketenangan dan ketegasan dalam keluarga.
“Qowwam itu berfungsi sebagai penenang dalam keluarga, hadir berkesinambungan, serta mengokohkan hubungan suami istri terlebih dahulu agar mampu mengelola rumah tangga,” ujar ustaz Ali.
Lebih lanjut ustaz Ali menjelaskan bahwa laki-laki diberi amanah qowwam karena memiliki kelebihan akal, kekuatan fisik, serta kewajiban memberi nafkah. Namun, peran ayah tidak berhenti pada aspek materi saja. Ayah juga bertanggung jawab memberi nafkah dan pendidikan kepada anaknya, tetapi pendidikan anak memiliki urgensi yang lebih besar dibanding sekadar memberi nafkah. Dua amanah ini tidak boleh saling menggugurkan.
Menurut ustaz Ali, salah satu penyebab masalah rumah tangga dan kenakalan remaja saat ini adalah minimnya kehadiran ayah dalam pendidikan anak. Kehadiran ayah menyumbang sekitar 30 persen bagi kebaikan perkembangan anak.
Ustaz Ali juga menyoroti isu fatherless, di mana anak bukan tidak memiliki ayah, tetapi kehilangan sosok dan peran ayah dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengajak para ayah untuk menyediakan waktu berkualitas bersama anak, mengajak berbicara, memeluk, serta merespon cerita anak.
“Ayah harus menjadi pembimbing, bukan sekadar pencari nafkah. Ayah harus meluruskan ucapan anak yang salah dan menanamkan cita-cita besar sejak dini,” katanya.
Ustaz Ali menganjurkan agar para ayah meneladani figur-figur ayah dalam Al-Qur'an seperti Luqmanul Hakim, Nabi Ibrahim, Nabi Yaqub, dan Nabi Yusuf. Selain itu, ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW tumbuh dalam kondisi fatherless sebagai yatim, namun tetap mendapatkan figur ayah dari kakek dan pamannya.
Kegiatan parenting ini merupakan sarana menyiapkan peran ayah dalam membangun visi keluarga, sekaligus menjadi bagian dari program Sekolah Orang Tua di Bintang Cendekia, yang bertujuan menyinergikan visi dan misi sekolah dengan wali murid, agar kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah dapat memperkuat pendidikan adab dan iman anak di rumah.***
Penulis: Abdul Hamid
