MENU

Momentum Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional

Momentum Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional

bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU — Tanggal 25 November adalah satu momen untuk merayakan hari guru. Mengenang guru yang telah mengajarkan adab dan ilmu, sebagai orang tua ideologis murid. 

Merayakan hari guru adalah upaya refleksi pentingnya memuliakan guru sebagaimana pesan ulama kita, sebagaimana disebutkan Imam Burhanuddin az-Zarnuji dalam Kitab Ta’limul Muta’allim fi Thariqit Ta’allum, bahwa seorang murid tidak pernah mendapatkan ilmu jika tidak memuliakan ilmu, orang yang berilmu, dan guru-gurunya.

Lalu apakah merayakan hari guru cukup dengan seremonial upacara, memberi bunga dan hadiah? Warga Sekolah Bintang Cendekia memberi jawaban dengan berbagai pandangan menarik.

Sebagian besar murid menyebutkan selain mengucapkan terima kasih, cara terbaik merayakan hari guru adalah dengan selalu mendoakan guru, menjaga adab kepada guru, memperlakukan guru dengan baik.

Menurut Arine Kayana Balqis, murid kelas enam bahwa cara merayakan hari guru adalah dengan mendoakan guru setiap hari. “Mengucapkan terima kasih kepadanya, dan selalu mendoakan guru setiap hari,” ujarnya.

Senada dengan Balqis, Shofia Faizah Indra, murid kelas tiga juga mengatakan merayakan hari guru itu dengan memberikan yang terbaik pada guru, “Yang terbaik adalah mendoakannya dan menjaga adab kepada guru,” tuturnya.

Sebagai orang tua murid, ibu Rurihan Rufi juga menyampaikan, cara merayakan hari guru itu adalah dengan mendoakan guru-guru di sekolah dan mengucapkan rasa terima kasih karena sudah sabar, tulus, ikhlas membersamai dan mendidik anak-anak.

“Kita di rumah mendidik dua anak cukup sulit, apalagi guru-guru kelas 1 misalnya, Masya Allah, terima kasih banyak. Maka kita perlu mengapresiasi para guru, menikmati moment menuntut ilmu bersama guru didalam kelas, menjadi hal yang membahagiakan setiap harinya,” kata ibu Rurihan.

Hal yang sama disampaikan ibu Risma Rusdiana, menurutnya cara terbaik merayakan hari guru bagi orang tua, selain ucapan terimakasih tak terhingga adalah doa yang tulus untuk para guru, agar Allah gantikan segala lelah dalam mendidik anak-anak dengan pahala berlipat yang terus mengalir deras.

“Kami sebagai orang tua juga harus mendukung sepenuhnya proses belajar anak-anak dan bersinergi dengan para guru dalam proses belajar anak-anak, menghormati sepenuhnya proses mengajar para guru karena hal tersebutlah yang menunjukkan besarnya rasa terimakasih kami kepada semua para guru,” jelas ibu Risma.

Sementara itu bagi ibu Yuliati Puji Lestari, SH selaku guru Sekolah Bintang Cendekia, cara terbaik merayakan momen Hari Guru Nasional adalah dengan merefleksikan diri sebagai guru. 

“Kita merefleksikan diri sebagi guru, apakah sudah menjadi guru yang ideal, apakah sudah memberikan perhatian yang baik untuk anak-anak, kemudian memperbaiki niat, lalu mengevaluasi diri sebagai seorang guru yang digugu dan ditiru,” kata ibu Yuli.

Memuliakan guru adalah kewajiban setiap murid bersama orang tua. Siapa saja yang pernah belajar ilmu, maka wajib baginya untuk memuliakan guru yang memberi ilmu padanya. Memuliakan guru merupakan adab para ulama, bagaimana mereka memuliakan gurunya. Karena memuliakan guru sebagai ahli ilmu merupakan bagian dari memuliakan ilmu itu sendiri.***

Penulis: Abdul Hamid

KOMENTAR