MENU

Bikin Kemoceng, Dari Karya Kreativ Murid Level Tiga Belajar Bertanggung Jawab

Bikin Kemoceng, Dari Karya Kreativ Murid Level Tiga Belajar Bertanggung Jawab

bintangcendekia.sch.id | PEKANBARU - Setiap murid level tiga dibekali dengan benang kasur sepanjang dua sampai tiga meter, tali rafia warna warni, rotan kecil, dan sisir kutu.

Setelah mendapat instruksi dari tim guru di kelas masing-masing, untuk memulai pembuatan proyek akhir term dua. 

Mereka mulai mengikat benang ke tiang mejanya. Proses pembuatan kemoceng berikutnya dilanjutkan dengan memotong tali rafia sepanjang 20-30 sentimeter dengan gunting. Lalu tali yang telah dipotong dibelah kecil-kecil, kemudian diikat ke benang.

Selanjutnya dengan semangat dan sabar, tali kecil-kecil yang telah diikat kemudian dihaluskan dengan sisir kutu yang rapat, agar talinya menjadi lebih kecil dan halus. Tampak setiap murid mengerjakannya dengan penuh teliti dan hati-hati.

Koordinator tim guru level tiga, ibu Nurul Azizah, M.Mat menyebutkan alasan memilih Kemoceng sebagai proyek akhir murid kelas tiga adalah menyesuaikan tema di term ini, hak sesama makhluk Allah. 

"Salah satu tanggung jawab anak-anak di kelas adalah menjaga kebersihan bersama, karena itu merupakan bagian dari hak bersama untuk merasakan tempat yang bersih dan nyaman. Nantinya kemoceng yang telah dibuat akan dipakai membersihkan debu di meja dan loker masing-masing," kata ibu Nurul.

Ibu Nurul juga berharap dengan pembuatan proyek akhir ini, murid-murid level tiga dapat terus mengasah motorik halus juga lifeskillnya, karena mereka mengerjakannya butuh kesabaran, ketelitian dan kehati-hatian sampai berhasil.

Hal tersebut diakui Hanifa Zahida, murid kelas 3D mengatakan meski awalnya merasa kesulitan mengikat setiap tali-tali yang kecil, namun ia berusaha dengan teliti agar karyanya jadi kemoceng yang nantinya dipakainya untuk membersihkan debu.

"Awalnya sulit mengikat talinya, capek juga karena talinya kecil, tapi saya sabar dan fokus mengerjakannya," ucap Hanifa.

Selain membuat proyek akhir ini, nantinya setiap murid akan mempresentasikan hasil karyanya di depan guru dan teman satu kelasnya secara berkelompok.***

 

Narasi: Abdul Hamid

KOMENTAR