MENU

Selayang Pandang

“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”  (Q.S. An-Nisa : 9)
 
Perkembangan zaman yang semakin maju membutuhkan generasi penerus yang unggul, andal, berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin. Jika anak-anak kita menjadi generasi yang lemah, mereka akan tergerus oleh kemajuan zaman. 

Untuk menjawab tantangan zaman tersebut Yayasan Bintang Cendekia yang dimotori oleh dr Susiana Tabrani MPdI, mendirikan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dan Leadership Bintang Cendekia. Sekolah ini resmi menjadi wadah formal pendidikan dengan Surat Keputusan Nomor 420/PP.4/V/2006/4244 Tanggal 22 Mei 2006.

Letak sekolah favorit di Pekanbaru ini berada di tengah pemukiman padat penduduk. Tepatnya, di Jalan Lobak No. 101, Simpang Wisma PGRI, Arengka, Pekanbaru. Telepon (0761)567328. Email: sdit.bc@gmail.com, website: www.bintangcendekia.sch.id. 

Halamannya sangat luas, berfungsi sebagai lapangan upacara dan olahraga. Dengan gedung sekolah berlantai tiga, seluruh ruang kelas berpenyejuk udara (AC). Menariknya, siswa putra dan putri  belajar di ruang terpisah, sejak mereka Kelas 5. Fasilitas lainnya yang dimiliki sekolah ini, areal bermain yang cukup memadai, perpustakaan, musholla, laboratorium komputer, ruang UKS, cooking area (kitchen), free wifi, dan fasilitas yang belum tentu dimiliki sekolah lain yaitu outbound area. Outbound area ini letaknya di belakang gedung sekolah, berdekatan dengan musholah dan ruang makan siswa.

Diawal berdirinya, sekolah ini merupakan sekolah alam yang berbasis Islam. Banyak kegiatan bernuansa alam, hanya sebagian saja yang bernuansa kelas. Namun dalam perjalanannya, mengkondisikan anak di alam memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Akhirnya polanya tetap dipertahankan, namun frekuensinya berkurang dan menjadi SDIT dan Leadership Bintang Cendekia. 

Sekolah ini juga terdaftar sebagai sekolah inklusi, yaitu sekolah regular yang menggabungkan layanan pendidikan bagi anak pada umumnya dengan anak berkebutuhan khusus seperti tunanetra, tunarungu, tunawicara, tunagrahita, tuna daksa, tuna laras (anak dengan gangguan emosi, sosial dan perilaku), tuna ganda, lamban belajar, autis, dan termasuk pula anak dengan potensi kecerdasan luar biasa (genius).

Dalam sekolah inklusi, siswa regular mendapat layanan khusus untuk mengembangkan potensi mereka dan siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan khusus sesuai potensinya masing-masing, sehingga baik siswa regular maupun siswa berkebutuhan khusus dapat bersama-sama mengembangkan potensinya masing-masing dan mampu hidup eksis dan harmonis.


Generasi Unggul
Mengutip sebuah ayat dalam Al-Qur'an, yang sekira maksudnya, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anaknya yang lemah, yang mereka khawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka…” (An-Nisaa:9)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa orangtua hendaklah takut jika anak-anak kita menjadi generasi yang lemah. Dan sebagai wadah formal pendidikan sekolah dasar yang berwawasan Islam, SDIT Leadership Bintang Cendekia  berupaya mempersiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki aqidah yang benar dan akhlak yang kuat, memiliki leadership skill yang kompetitif dengan berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadist.

Hal tersebut tertuang dalam visi SDIT Bintang Cendekia yaitu Menjadikan generasi yang unggul, beriman dan berakhlak sehingga tercipta Khalifah Fil Ardh. Dengan dasar ini, diharapkan generasi penerus bangsa ini tidak menjadi generasi yang lemah.

Kurikulum yang digunakan dalam pendidikan di Bintang Cendekia adalah Kurikulum Nasional, Kurikulum Leadership Life Skill, dan Kurikulum Sekolah Islam Terpadu (SIT). Perpaduan kurikulum yang diterapkan di sekolah ini, bertujuan mendidik siswa agar memiliki ciri 10 pribadi muslim. 

Ciri yang dimaksud adalah; Salimul Aqidah (aqidah yang bersih), Shohihul Ibadah (ibadah yang benar), Matinul Khuluq (pribadi yang matang), Qadirun ‘alal Kasbi (mandiri), Mutsaqoful Fikri (berwawasan luas), Qowiyul Jismi (jasmani yang sehat), Mujahidun Linafsihi (Bersungguh-sungguh), Munazhzhom fi Syu’unih (Tertib, Cermat, Teliti dalam segala urusan), Harisun ‘alal Waqtihi (Efesien waktu), Nafi’un Lighoirihi (Bermanfaat bagi orang lain).

Untuk mencapai tujuan di atas, SDIT Leadership Bintang Cendekia konsisten menjalankan misinya, yaitu menanamkan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah, Rosul dan agama, menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan sunnah, menanamkan kecintaan kepada sahabat, ulama dan para pejuang Islam sehingga mampu meniru mereka dalam ilmu dan mengamalkan dalam kehidupan, menumbuhkan kemampuan leadership sehingga dihasilkan generasi yang siap pakai dalam segala bidang kehidupan.

 

Delapan Standar Lulusan
Dengan penerapan kurikulum terpadu, SDIT Leadership ini memiliki standar kelulusan bagi para siswanya. Ada delapan Standar Lulusan SDIT dan Leadership Bintang Cendekia ini. Pertama,memenuhi kriteria indikator 10 tujuan sekolah. Kedua, tumbuhnya jiwa kepemimpinan (Leadership Skill).Ketiga, tumbuhnya kebiasaan membaca dan menulis. Keempat,memiliki kemampuan presentasi yang baik. Kelima, memiliki kemampuan komunikasi berbahasa Inggris dasar. Keenam, menguasai komputer dan internet. Ketujuh, tumbuhnya karakter keilmuan (sains). Kedelapan, memiliki nilai minimal 75 untuk semua bidang studi.

Selain itu, SDIT ini juga menerapkan sistem pembelajaran pengembangan Multiple Intelligence atau pembelajaran menyeluruh dari aspek intelektual, emosional, spiritual maupun fisik. Dengan bahasa pengantar menggunakan bahasa Indonesia dan juga mulai diperkenalkan bahasa Inggris terutama vocabulary dan daily conversation

Di sekolah ini ada pula kegiatan siswa di luar jam pelajaran. Siswa dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler seperti sepak bola, taekwondo, sains, menggambar, badminton, renang, dokter cilik, English, mubaligh cilik, tahfidz, komputer, dan tenis meja.

Program yang tidak kalah penting pula, sebagai alternatif pembelajaran di luar ruang kelas, seperti Home stay, Supercamp, Camping Groud, Bakti Sosial, Smile Group Discussion, Outbound, Berkebun, Berenang, Student Lead Converence, Guest Speaker, Mabit untuk kelas 1 dan 6, Global Experience, Ummi (Al-Qur’an),  Fieldtrip, Peer Teaching, dan Bazar. Seluruh program di luar kelas ini menjadi program unggulan yang sangat disukai seluruh siswa.


Menjadi Bintang yang Berilmu
Every child is a Star. Setiap anak adalah bintang. Setiap anak itu unik dan punya potensi. Itulah filosofinya. Sedangkan cendekia itu berilmu. Tidak ada anak yang bodoh. Karena itu anak dibimbing menjadi bintang yang berilmu.

Beberapa kerja sama dengan lembaga lain telah dilakukan dan terus ditingkatkan, demi menambah mutu pendidikan sekolah. SDIT dan Leadership Bintang Cendekia hanya mengambil hal-hal terbaik dari beberapa sekolah percontohan, seperti Modul Leadership dari Oklahoma University yang disesuaikan dengan nilai Islam dari Buchori Nasution, pendiri Sekolah Salman Alfarizi Bandung.

Sekolah ini juga menerapkan Sistem Ummi, yaitu metode belajar mudah membaca dan menghafal Al-Qur’an, dari Ummi Foundation, Surabaya. Selain itu sistem mentoring dan pembinaan dari modul Jaringan Sekolah Islam Terpadu juga diadopsi.

Seluruh guru juga terbina dengan baik, mengikuti perkembangan ilmu serta terus belajar dan bertumbuh. Tenaga pendidik sering sekali mengikuti pelatihan,  agar selalu update dan upgrade pemahaman ke-Islamannya, kepahaman terhadap kependidikan, wawasan tumbuh kembang anak dan kualitasnya.

Indonesia ini membutuhkan lembaga pendidikan yang sungguh-sungguh mendidik generasi calon pemimpin, dan pondasi awalnya ada di Sekolah Dasar. Mimipi 30 hingga 40 tahun mendatang, pengganti pemimpin saat ini adalah murid-murid dari SDIT Bintang Cendikia. Sekarang mereka tengah dipersiapkan menjadi pemimpin yang unggul dan berakhlak, sebagai generasi terbaik.[]

 

KOMENTAR