MENU

Sampul Drawing Book

Sampul Drawing Book

Yesi Ayu Putri*
 
 
PAGI ITU SAYA baru sampai di ruang kelas, saya duduk sebentar sambil merapikan meja kerja. Menyusun buku-buku dan kertas-kertas yang bertumpukkan di atas meja. Selang beberapa saat datang dua orang muridku. Ia langsung mendatangi saya dan menyerahkan drawing book yang ia peroleh sebagai hadiah waktu LPA term 3 karena mencapai target mutaba'ah (amalan ibadah) lebih dari 80%.
 
Murid  : "Bu, ini saya kembalikan hadiah kemarin."
Saya : "Loh, kenapa nak?"
Murid : "Iya Bu, saya ngga suka karena gambarnya perempuan… Saya kan laki-laki, lagian perempuannya tidak menutup aurat. Ga suka saya lihatnya bu. Dosa!".
Saya : Mana ibu lihat? Waduuh, iya ya nak, gambarnya tidak menutup aurat. Hmmm..." Sambil tersenyum saya memikirkan caranya supaya drawing book itu tetap di pakai..
Saya : Ahaaa, Begini saja, nanti pulang sekolah kamu beli sampul buku, kemudian drawing
booknya kita kasih baju... alias kita sampul. Pasti auratnya tertutup. Oke sayang..?"
Murid  : "Oke Bu"

Ternyata muridku benar-benar serius. Besoknya ia bawa sampul kertas dan plastik.
 
Murid  : "Ini bu, sampulnya. Saya kemarin langsung beli”.
Saya : "Wah, udah ada sampulnya. Bisa nih kita sampul sekarang”.
 
Kemudian kami sampul drawing booknya. Alhasil drawing booknya terbalut dengan sampul yang sederhana namun indah di pandang mata. Muridku menjadi senang karena auratnya sudah tertutup dan tidak akan berdosa melihatnya. Aku tersenyum bahagia melihat muridku yang senang melihat drawing booknya yang sudah bersampul.
 
Murid  : "Begini baru saya mau pakai Bu.. Terima kasih ya bu."
Saya : "Iya Nak, Alhamdulillah tambah soleh ya Nak."
 
Di SD Bintang Cendekia, anak-anak dididik untuk menutup aurat, juga dididik untuk memalingkan wajah ketika melihat aurat orang lain. Mereka anak-anak ibarat kertas putih yang akan kita warnai. Warnailah dengan indah dan hati-hati mewarnainya. Jangan sampai noda-noda hitam menempel di sana, karena akan sulit menghapusnya.***

KOMENTAR